Bubur merah putih ini selalu disajikan saat peringatan tahun baru Islam. Sebagai simbol ucapan syukur dan kehidupan baru di tahun yang baru.
Bubur atau jenang merah dan putih sebenarnya sudah sering disajikan dalam tradisi Jawa. Saat syukuran kelahiran anak, bubur yang bertekstur kental ini wajib disajikan dan dinikmati oleh keluarga.
Buburnya dibuat dari beras dan beras ketan putih yang dimasak dengan santan. Bisa tanpa gula atau diberi gula sedikit. Sementara yang merah dimasak dengan gula merah.
Keduanya disajikan bersama. Bubur putih melambangkan kesucian, bubur merah melambangkan keberanian. Saat tahun baru Islam 1 Muharam ummnya disajikan di mesjid-mesjid di Jawa dan dinikmati bersama. Jika akan membuat sendiri, berikut resep lengkapnya.
1. Untuk mendapatkan tekstur bubur yang lembut kental, rendam dahulu beras dan beras ketan selama beberapa jam dalam air dingin sebelum direbus. 2. Agar tak mudah hangus, rebus bubur dengan api kecil dan aduk-aduk sekali-sekali.
Bubur merah putih ini selalu disajikan saat peringatan tahun baru Islam. Sebagai simbol ucapan syukur dan kehidupan baru di tahun yang baru.
Bubur atau jenang merah dan putih sebenarnya sudah sering disajikan dalam tradisi Jawa. Saat syukuran kelahiran anak, bubur yang bertekstur kental ini wajib disajikan dan dinikmati oleh keluarga.
Buburnya dibuat dari beras dan beras ketan putih yang dimasak dengan santan. Bisa tanpa gula atau diberi gula sedikit. Sementara yang merah dimasak dengan gula merah.
Keduanya disajikan bersama. Bubur putih melambangkan kesucian, bubur merah melambangkan keberanian. Saat tahun baru Islam 1 Muharam ummnya disajikan di mesjid-mesjid di Jawa dan dinikmati bersama. Jika akan membuat sendiri, berikut resep lengkapnya.
1. Untuk mendapatkan tekstur bubur yang lembut kental, rendam dahulu beras dan beras ketan selama beberapa jam dalam air dingin sebelum direbus. 2. Agar tak mudah hangus, rebus bubur dengan api kecil dan aduk-aduk sekali-sekali.